Tuesday, April 20, 1999
The Columbine High School massacre occurred on Tuesday, April 20, 1999, at Columbine High School in Columbine in unincorporated Jefferson County, Colorado, United States, near Denver and Littleton. Two students, Eric Harris and Dylan Klebold, embarked on a massacre, killing 12 students and a teacher, as well as wounding 23 others, before committing suicide. It is the fourth-deadliest school shooting in United States history, after the 1927 Bath School disaster, 2007 Virginia Tech massacre and the 1966 University of Texas massacre, and the deadliest for an American high school.
The massacre provoked debate regarding gun control laws, the availability of firearms in the United States, and gun violence involving youths. Much discussion also centered on the nature of high school cliques, subcultures and bullying, as well as the role of violent movies and video games in American society. The shooting also resulted in an increased emphasis on school security, and a moral panic aimed at goth culture, social outcasts, the gun culture, the use of pharmaceutical anti-depressants by teenagers, violent films and music, teenage internet use and violent video games.
Based on: wordpress.org
pertama ako tao tentang ini adalah waktu camp SMP.
klo gak salah kak bree yang ceritain ketika lagi ngebahas tentang
pengaruh multimedia.
sesudah itu ako tidak mengingatnya lagi sampai pada awal January ini.
saat itu ako lagi nonton “Elephant” di HBO Signature.
ako teringat lagi tentang pembunuhan massal yang terjadi di Columbine High School
yang dulu kak bree ceritain.
entah mengapa, sekarang ako jadi tertarik ama kisah nyata ini.
dua siswa (Eric Harris dan Dylan Klebold) yang tergila – gila ama game
yang berjudul Doom ini menjadi psikopat bukan hanya karena efek dari
Doom tapi dari juga karena bullying dari senior mereka.
bisa kita lihat, betapa iblis udah merusak generasi dengan
banyak cara yang keji dan sangat licik.
iblis gak bakalan tinggal diam, dia akan terus bergerak,
begitu juga dengan kita.
peristiwa ini membuatku bisa merasakan apa yang GOD sedang rasakan.
ako bisa merasakan bagaimana rasanya tersiksa melihat generasi ini mulai hancur.
semua yang ako lihat dan dengar membuatku ingin memenangkan banyak
jiwa jiwa untuk GOD.
p.s : sebenernya ako mao kasih liat videonya. tapi ako jamin, kalian gak bakalan
tega ngeliatnya.
o l l z







